THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Tuesday, 13 March 2012

~::*Cintai dia dalam DIAM*::~



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته



Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.


Duhai gadis, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?

Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu.

Maka dengarlah..

Gadis, Saat ku jatuh cinta..

Tak akan ku berucap..

Tak akan ku berkata..

Namun ku hanya akan diam..

Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.

Tak akan ku menggoreskan..

Yang ku lakukan hanyalah diam..

Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..

Karena cinta adalah kehidupan. Karena rasa itu adalah cahaya. Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita.. Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun. Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna. Cinta terkadang mbuatmu bahagia, namun tak jarang mbuatmu menderita. Cinta ada kalanya manis bagaikan gula, Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir. Cinta adalah perangkap rasa.. Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.

Maka gadis, Agar kau dapat keluar dari belenggu itu. Dan mampu melaluinya dgn anggun.. Maka mencintailah dalam hening. Dalam diam.. Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari. Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan. Jangan kau umbar rasamu. Jangan kau tumpahkan segala sukamu..

Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang.. Kita percaya takdir bukan? Kita tahu dengan sangat jelas... Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya? Jadi, apa yang kau risaukan? Biarkan Allah yg mengaturnya, Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..

Cobalah renungkan... Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu.. Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam, Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

Gadis, kita tak tahu dan tak akan pernah tahu.. Hingga saatnya tiba.. Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar... Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya? Gadis, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar.. Begitu mulia untuk di tampakkan.. Begitu sakral untuk di tumpahkan..

Dan sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu, Dan kau indah karena sifat malumu.. Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan? Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap.. Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu.. Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan.. Dalam jeruji kesetiaan.. Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh.. Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..

Maka cintailah dlm hening. Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu, Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu.. Agar kesucianmu tetap terjaga.. Agar keanggunanmu tetap terbias..

Maka, ku beritahukan padamu, Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan. Acuhkan semua godaan yg menghampirimu.. Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan.. Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..

Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..

Maka, peganglah kendali hatimu, Lalu..Arahkan pd Nya.. Dan cintailah dalam diam.. Dalam hening.. Itu jauh lebih indah..

Jauh lebih suci

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi Anda. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Wallahu a’lam bish-shawab

Semoga bermanfa'at.insya Allah
Bilamana catatan ini dirasa bermanfaat bagi Para Sahabat ?
Maka Sebarkanlah dgn cara klik tombol "share/bagikan" dibawah catatan ini,
semoga membawa PERUBAHAN ke yang lebih baik bagi Bangsa ini & menjadi amal jariyah bagi kita semua,aamiin... :-)

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Semoga kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian.

Dan bilamana ada kata maupun penulisan yang salah mohon di benarkan
Salah dan Hilaf andai ada kata yang kurang berkenan mohon ma'afkan
Kami Hanya Insaniah fakir Hamba Allah yang tiada daya dan Upaya

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas jikalau bermanfa'at,

*♥*•*´¨`*•.*♥*.•*´¨`*•. ♥♥~*♥**♥*~♥♥ .•*´¨`*•.*♥*.•*´¨`*•*♥*
(¯`v´¯) ♥♥♥•♥•♥
`·.¸.·´ ♥♥.........¸.·´
Semoga bermanfaat...
♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫ 



Saturday, 10 March 2012

Untukmu Solehah :)




Assalamualaikum solehah,
Apa khabar hati dan imanmu hari ini?
Mengapa aku lihat dirimu bagaikan tidak keruan? Soal hati ya..

Wahai solehah, payah bukan tatkala kita jatuh cinta?
Kadang-kadang rasa itu hadir, kadang-kadang rasa itu hilang.
Percayalah, saya tahu bagaimana rasanya.
Jangan pernah dibunuh rasa itu!

Namun, tuntunlah fitrah itu sebaiknya dengan zikrullah.
Usah lumurkan sucinya fitrah itu menjadi lumpur fitnah.
Usah pula dipalitkan hatimu dengan kerinduan yang dusta.
Hatimu dan hatinya bukan milik sesiapa.
Milik pencipta kita selamanya. Dia yang memegang hati kita.
Hadirnya rasa itu sebagai hadiah ujian. Sebagai tarbiah.
Tabahlah wahai solehah, moga diberi kekuatan selalu.
Pintalah pada Pemilik Hati yang mengawal rasa itu.
Dia Maha Mengetahui bahawa kita mampu.
Yakinlah, rintihan kita, aduan kita takkan pernah sia-sia.
Dia Maha Mendengar bukan? Dia lagi Maha Penyayang.
Mana mungkin doa-doa hambanya yang solehah tidak didengari.
Ingat, Tuhan kita akan berikan kita semua yang kita perlu,
bukan hanya semua yang kita mahu.

Kelak pada akhirnya, selepas semua ini berjaya kita harungi,
semuanya akan menjadi tersangat indah.
Waktu itu akan tiba jua duhai solehah.
Saat hatimu dan hatinya tenang bersatu diabdikan hanya kepadaNya.
Imam solatmu akan tiba kelak. Dekat.
Penantianmu akan berakhir dengan sebenar-benar persediaan.
Ilmu, hati dan doa perlu dirapi
Andai belum cukup bersedia. Mujahadahlah wahai solehah.
Doaku untukmu agar selalu dirimu kuat.
Selamat bermujahadah sayangku solehah.




Muslimah Pendamba Syurga




Pesona akhlakmu bagai mutiara yang berkilauan
Halus tuturmu menggambarkan peribadi yang santun
Kecantikan hatimu laksana kapas tanpa noda
Kesejukan aura jiwamu seperti bidadari syurga
Kau hiasi dirimu dengan bingkaian akhlak Islami
Semakin berwibawa kerana auratmu terhijabi

Saat wanita lain bergelumang dengan kesenangan dunia
Menari-nari di atas lantai dansa
Berpeleseran bersama rakan sebaya
Engkau justeru mengurung diri
Mentafakuri kehidupan akhirat yang masih ghaib
Mengembara dalam pencarian jati diri.

Di saat wanita lain asyik memilih busana trendy
Sibuk memoles tubuh dan wajah
Berlumba mempamerkan aurat mereka
Engkau justeru tampil bersahaja
Dalam balutan gamis dan kerudung panjang
Engkau sembunyikan auratmu
Agar tak terjamah pesona kecantikan itu
Dari mata-mata lelaki jalang.







Di saat wanita-wanita lain tertawa lepas
Menikmati euphoria tanpa batas
Menebar cinta basi pada lelaki
Engkau justeru menangis dalam sujud
Mendaki taubat dalam bukit tahajud
Mengemis ampunan pada Penggenggam nyawa
Menutup lisan dari bicara sia-sia

Di saat wanita-wanita lain mengidolakan
Selena Gomez, Britney Spears, Avril Lavinge, Maddona
Engkau mengidolakan Khadijah, Maryam, Aisyah, Fatimah
Di saat wanita lain bangga aibnya terbuka
Puas jika namanya di puja-puja
Engkau justeru mengasingkan diri dari gemerlap dunia
Merahasiakan kebaikan yang kau lakukan pada sesama
Kerana takut jatuh pada perbuatan riya'.

Di saat wanita-wanita lain menghabiskan waktu di plaza
Menghamburkan materi dengan sia-sia
Engkau justeru menghabiskan waktumu di musholla
Menguatkan zikir dan memuja asma-Nya.
Merenda istighfar di atas sajadah cinta.
Di saat wanita-wanita lain hanyut dalam pesona zaman
Bercengkerama liar dengan segala kemewahan
Sibuk memuja artis-artis idaman
Engkau justeru sibuk mengkaji ilmu
Mendakwahkan agama Islam tanpa ragu
Berjibaku dengan segala kesulitan
Meneriakkan kalimat jihad perubahan

Di saat wanita-wanita lain sibuk menenteng majalah erotis
Menggumbar gosip sesama mereka secara sadis
Engkau justeru teguh pada Al-Qur'an dan hadis
Yang kau jadikan pegangan hidup
Agar iman di dadamu tidak redup.

Wanita pendamba syurga...
Agungnya akhlakmu berselimut mutiara
Pada rahimmu kelak generasi-generasi agama
Akan Allah amanahkan
Engkau calon madrasah pertama
Saat mujahid-mujahid terlahir di dunia.
Biidznillah.








Blogger Wanita atau Blogger Muslimah?



Bercakap berkenaan alam blogger, alam maya, ini bukanlah alam diskriminasi yang hanya dikuasai oleh lelaki. Tetapi wanita juga hakikatnya ramai yang berkecimpung di dalam medan ini. Bahkan, kemungkinan, wanita lebih ramai kerana biasanya mereka lebih mudah untuk meluahkan rasa hati dan berkongsi rasa.
Tetapi persoalan yang ingin saya ketengahkan dalam artikel kali ini adalah:
Apakah kita ini semata-mata blogger wanita atau kita hakikatnya adalah blogger muslimah?
Adakah kita, sebagai seorang muslimah yang menjadikan blog sebagai medium penyampaian, benar-benar menggerakkan blog kita, menggerakkan penyampaian kita, agar memberikan penyampaian Islam yang sebenar? Atau kita sekadar menayangkan ‘kewanitaan’ kita kepada masyarakat semata-mata?
Di sini kita kupas Blogger Muslimah secara khusus!
Disiplin Seorang Muslimah.
Perkara utama yang perlu kita ketahui di dalam mengupas perihal Blogger Muslimah ini adalah, disiplin seorang muslimah itu sendiri.
Di dalam Al-Quran, Allah SWT telah menyebut dengan jelas di dalam Surah An-Nur:
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” Surah An-Nur ayat 31.
Ayat ini adalah absolute dalam menyatakan bagaimana disiplin seorang Muslimah yang sebenarnya. Membaca ayat ini, jelas kepada kita betapa seorang Muslimah itu adalah yang sederhana dan tidak menunjuk-nunjukkan kecantikannya. Tidak pula membuka auratnya. Menjaga pula pergaulannya. Mereka tidak memperlihat-lihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir sahaja. Tafsiran yang zahir ini telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW di dalam hadith bermaksud:
“Jika seorang anak perempuan itu telah baligh, hanya wajah dan dua telapak tangannya sahaja boleh kelihatan.” Riwayat Abu Dawud.
Kemudian antara disiplin di dalam menjadi Muslimah adalah Muslimah tidak bertabarruj. Sebagaimana Allah SWT telah memberikan larangan di dalam firmanNya:
“Janganlah kalian bertabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah yang awal.” Surah Al-Ahzab ayat 33.
Tabarruj bermaksud berlebih-lebihan dalam berhias, atau menunjuk-nunjukkan kecantikan yang ada. Apabila dibahaskan mengapa disebut ‘sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah yang awal’, dinyatakan bahawa wanita-wanita jahiliyyah awal itu adalah yang memulakan berhias berlebihan untuk menarik perhatian/menggoda lelaki. Justeru, apa-apa sahaja tindakan menghias diri berlebih-lebihan, sengaja menzahirkan kecantikan, dengan niat hendak mendapatkan perhatian maka itu sebenarnya adalah tindakan tabarruj. Nyata, tabarruj bukan disiplin seorang Muslimah.
Lebih penting lagi, segala disiplin seorang hamba kepada Allah SWT, adalah termaktub di dalam disiplin seorang Muslimah.
Justeru, di sini saya noktahkan perihal Disiplin Seorang Muslimah.
Pendek kata, Muslimah itu sederhana, menjaga dirinya, dan menjaga orang lain dari diheret oleh dirinya ke neraka. Dirinya mulia, dan amat menjaga kehormatan dirinya ini dengan berusaha menjaga batas-batas sebagaimana yang telah Allah SWT tetapkan.

Blogger Muslimah.
Maka, seorang blogger Muslimah adalah yang tertakhluk di bawah Disiplin Seorang Muslimah.
Seorang blogger yang menulis atas dasar untuk menegakkan kebenaran, untuk menyampaikan kesedaran, untuk mengajak manusia kembali kepada Allah SWT. Perkara ini, telah kita jelaskan bayak dalam artikel-artikel blogger=da’ie yang lepas. Tiada bezanya untuk seorang blogger Muslimah.
Blogger Muslimah tidaklah menunjuk-nunjukkan kecantikannya. Tidaklah dia berhias untuk mendapat perhatian ramai, lalu memampangkan wajah ayunya, bibir mungilnya di blognya. Tidaklah dia mendedahkan auratnya, dan tidaklah dia memakai pakaian yang tidak sopan.
Tidak pula dia meletakkan gambar-gambar yang mampu menimbulkan fitnah, walaupun menutup aurat(balik kepada isu tabarruj).
Pendek kata, jika benar dia seorang Blogger Muslimah, maka fokusnya adalah penyampaiannya, dan bukannya untuk menayang-nayangkan kecantikannya.

Blogger Muslimah Blogger Mendidik.
Blogger Muslimah tidak menjadikan pujian orang sebagai matlamat. Apatah lagi pujian terhadap rupa paras.
“Comelnya Kak Zazu(bukan nama sebenar).”
“Ayu la Kak Zazi(bukan nama sebenar).”
“Wah, lawanya Kak Zus(bukan nama sebenar.)”
Sekiranya inilah yang muncul pada komen-komen setiap postnya, maka sepatutnya blogger Muslimah bermuhasabah. Apakah yang sebenarnya telah dia lakukan? Dia sebenarnya membawa manusia pulang kepada Allah SWT, atau sebenarnya membuatkan orang terpegun dengan kecantikannya?
Blogger Muslimah sepatutnya menjadi pendidik kepada akhlak sopan, dan adab seorang muslimah yang sebenar. Menceritakan cabaran menjadi seorang muslimah di tengah Islam menjadi dagang. Di tengah perempuan-perempuan lain tidak malu menggadaikan diri dan membuka aurat masing-masing. Menjelaskan peranan wanita di dalam kehidupan, di dalam Islam, di dalam rumah tangga, di dalam negara dan sebagainya. Boleh dikupas juga bagaimana wanita-wanita Muslimah yang terdahulu, atau juga ilmuwan Muslimah yang muktabar untuk dijadikan contoh. Boleh juga dikupas perihal wanita masa kini, dan bagaimana mahu kita bina bi’ah solehah yang baik dalam masyarakat wanita kita.
Sarat dengan idea. Sarat dengan wawasan. Sarat dengan isi yang bermanfaat. Ya, begitulah Blogger Muslimah yang sebenarnya. Bukan hanya bersembang berkenaan ‘hensemnya si dia’ atau ‘kenapa artis itu bercerai dengan si dia?’ dan atau ‘hari ini aku pergi bla bla bla’. Lebih buruk, memang kerjanya tayang diri sematya-mata.
Bukanlah Blogger Muslimah seorang yang bercerita akan diari hidupnya tanpa ada hubungan dengan Allah SWT. Bukanlah blogger Muslimah seorang yang menceritakan aib orang lain. Bukanlah blogger Muslimah seorang yang hanya menayang-nayangkan kecantikannya, hayat hidupnya, untuk dipuja dan dipuji.
Blogger Muslimah, adalah blogger yang mendidik.

Janganlah Jadi Blogger Wanita Semata-mata.
Maka janganlah jadi blogger wanita semata-mata. Yang kosong tanpa idea. Yang sekadar menjual kecantikan dirinya.
Blogger Muslimah bukanlah blogger yang menulis ayat-ayat Allah SWT, hadith-hadith Rasulullah SAW, kalam-kalam nasihat, dalam keadaan dirinya memaparkan aurat, dalam keadaan dirinya bertabarruj, dalam keadaan dirinya memaparkan kecantikannya.
Tidak. Itu bukan Blogger Muslimah. Itu Blogger Wanita.
Blogger Muslimah, walau dia tidak letak sepotong ayat Al-Quran pun, walau tidak ada bersama artikelnya sebaris hadith pun, tetapi dia membawa nilai dan pengajaran yang tinggi untuk kehidupan, bersama adab dan kehormatannya yang terjaga. Kerana dia jelas mengajak kepada Allah SWT, dan berada di dalam disiplin seorang Muslimah yang sebenarnya.
Maka janganlah kita menjadi blogger wanita semata-mata.
Jadilah Blogger Muslimah.
Yang duduk tunduk di bawah disiplin seorang Muslimah.
Fokus kembali matlamat kita.

Penutup: Blogger Muslimah, Satu Aset.
Jika anda lihat di dalam LangitIlahi.Com, kami punya blogger Muslimah juga. Sister Khumairah(pelukis) dan SisFaeez(kartunis). Tetapi nyata gambar-gambar mereka tidak langsung memaparkan wajah.
Saya sangat percaya bahawa Blogger Muslimah adalah satu aset yang besar. Ya, lelaki mungkin tidak terlalu hebat dalam mendalami perempuan. Kerana apa-apa hal pun, lelaki adalah lelaki. Perempuan jugalah yang mampu sampai kepada perempuan dengan lebih dalam. Kerana itu, Blogger Muslimah amat perlu, untuk menjadi qudwah, penyampai, yang baik kepada wanita-wanita. Kerana itu, kita sepatutnya membina diri kita biar benar-benar menjadi Blogger Muslimah, bukan semata-mata Blogger Wanita.
Bukanlah salah meletakkan gambar. Tetapi tidaklah perlu berhias, tidak perlu kepada aksi-aksi manja, tidak perlu memuncungkan bibir tanpa keperluan. Tidak salah memaparkan aktiviti-aktiviti yang dilalui bersama muslimah lain, selagi aurat masih terjaga dan akhlak masih dalam kesopanan Islam. Bahkan, sampai masa, perlu kerana masyarakat hendak melihat bagaimana kehidupan muslimah yang sebenar.
Tetapi janganlah kita ‘jual’ diri kita. Jika kita ‘jual diri kita, kita hakikatnya tidak membantu Islam pun.
Bahkan kita menjadi fitnah pula kepada Islam kerana memaparkan sikap ‘muslimah’ yang tidak sepatutnya. Apatah lagi, jika yang kita tulis adalah perkara-perkara kebaikan. Ketahuilah bahawa, antara kita dengan orang Islam ada perbezaan. Begitu jugalah antara wanita biasa dan seorang Muslimah, sepatutnya ada perbezaan. Jika kita pun serupa mereka, maka apa sebenarnya kita?
Mari, didik diri menjadi Blogger Muslimah!